Saturday, July 11, 2015

Info Kisah Haru Bocah Belajar di Bawah Temaram Lampu McDonald

Kisah Daniel benar-benar nestapa. Sang bapak wafat ketika rumahnya terbakar hebat. Saat ini, ia dipaksa mengemis di jalanan oleh sang ibu.


Bocah itu berjongkok di belakang meja kayu. Memasang muka serius. Mata menyorot tajam buku yang ia corat-coret dengan pensil di tangan kanan.
Baca Juga :
Bukan di kamar belajar. Bukan pula di ruang kelas. Melainkan di pinggir jalan. Di bawah temaram lampu toko yang menjadi penerangan gratis.

Anak dalam foto itu yaitu Daniel Cabrera. Bocah berusia 9 tahun asal Filipina yang tengah menggarap pekerjaan rumah yang diberikan guru di sekolah. Bocah itu tengah bekerja keras, menggapai mimpi menjadi dokter atau polisi.

Foto Daniel itu diambil oleh seorang mahasiswi kedokteran, Joyce Torrefranca. Dia sengaja memotret Daniel sebab kagum dengan tekad bocah itu, yang mau berguru di tepi jalan. Joyce sengaja mengunggah foto itu ke media umum untuk memotivasi banyak orang.

Foto Daniel kemudian menjadi viral. Banyak dibincangkan di dunia maya. Tak hanya di Filipina. Pengguna media umum potongan lain Bumi pun turut kagum dengan kegigihan bocah itu. Belajar di pinggir jalan, menumpang penerangan dari lampu McDonald.

Bukan hanya soal kegigihan. Kisah hidup anak itu juga membuat haru. Daniel berasal dari keluarga miskin. Tak punya rumah. Hidup menggelandang. "Cerita Daniel lebih duka dari fotonya," demikian laporan laman Metro.co.uk, sebagaimana dikutip Dream, Kamis 9 Juli 2015.

Kisah Daniel benar-benar nestapa. Sang bapak wafat ketika rumahnya terbakar hebat. Saat ini, ia dipaksa mengemis di jalanan oleh sang ibu. Meski demikian, itu bukan hambatan. Semangat mengejar cita sebagai dokter dan polisi tetap membara di dalam jiwa.

"Sebagai mahasiswa, ini memperlihatkan ide kepada aku untuk bekerja keras. Saya beruntung orangtua aku menyekolahkan saya. Saya kadang kala ke kafe untuk belajar, tapi anak ini menyentuh saya," tulis Joyce yang mengunggah foto itu.

Meski dihimpit kesulitan, bukan berarti otak Daniel menjadi kering. Di sekolah, ia termasuk murid yang berotak cemerlang. Setiap diskusi, tanya jawab, ia aktif menjawab dan berpendapat.